Makna Qadr dalam Laylatul Qadr

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam duduk bersama para sahabat beliau bercerita tentang orang sebelum beliau dari kalangan Bani Israil. Di situlah beliau bercerita bagaimana mereka amalnya itu Masya Allah tabarakallah, luar biasa. Mereka ada yang umurnya 80 tahun, malamnya qiyamul Lail, siangnya jihad, tidak pernah buat dosa melawan perintah Allah walaupun sekedip mata.

Bukan main sedihnya perasaan sahabat mendengar itu. Umur 80 tahun malamnya qiyamul lail, siangnya jihad fisabilillah; tidak pernah buat dosa walau sekejap mata. Mendengar cerita itu sahabat menunduk lesu sedih karena umur kita tidak sampai 80 tahun. Kata Nabi, umur umatku ini antara 60-70 sedikit sekali yang sampai di atas 75, apatah pula malamnya lebih banyak tidur daripada ibadah siangnya juga mencari nafkah banyak silap salah dan dosa.

Mendengar kesedihan itu, begitu sayangnya Allah kepada umat ini turunlah Jibril Alaihissalam membawa ayat yang membahagiakan sahabat yakni surat Al-Qadr.

"Wama adrokama lailatul qadar?" Tahukah kamu apa itu malam Qadr? "Lailatul Qadri Khairun Min alfi sahr". Malam Qadr itu lebih baik dari pada seribu bulan. Yang tadi katanya 80 tahun lebih baik daripada 80 tahun karena makna Alfi, 1000, angka tertinggi dalam bahasa Arab adalah 1090 ingin mengatakan malam Lailatul Qadr itu lebih baik daripada malam-malam yang tak dapat dihitung dengan hitungan manusia. Bukan dari batasan tahun tapi Allah ta'ala berikan bighoiri hisab yang tak dapat dihitung kira oleh manusia siapapun.

"Qadr, qof, dal, ro" Mulia, kalau ada orang Arab mengatakan Si Fulan itu Mulia, maka dia akan katakan "fulanun du qadr" dia punya kemuliaan. Maka begitu kata malam disandingkan dengan Qadr: Lailatul Qadr malam yang penuh dengan kemuliaan. Mengapa dia Mulia? karena kalau siang itu sepanjang tahun ada satu siang yang paling mulia itulah dia pada tanggal 9 dzulhijah yang disebut dengan hari Arafah. Malaikat paling banyak turun pada siang Dzulhijah. Saudara kita yang sedang wukuf di Padang Arafah bermunajat berdoa kepada Allah lebih 4 juta manusia berkumpul tapi kemudian kita di tanah air yang tak dapat ikut bersama mereka tetap melaksanakan puasa Arafah. Allah mengampunkan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Bagaimana dengan malam, malam yang paling mulia adalah malam Lailatul Qadar.

"Qof, dal, ro" artinya sempit. "quddiri alaihi rizkuhu fa ya robbi ahanan" orang yang disempitkan rezeki maka malam kodratnya malam sempit. Mengapa malam itu disebut sempit? Seandainya malaikat itu dalam bentuk fisik, dalam bentuk batu dalam bentuk kayu, maka pastilah dunia akan sempit karena kalau batu ditumpuk padat menjadi sempit. Alhamdulillah malaikat itu bukan dalam bentuk batu dan kayu bukan dalam bentuk fisik tapi malaikat itu dalam bentuk cahaya maka cahaya tidak mengambil tempat akan tetapi cahayanya berefek pada waktu pagi ciri malam Lailatul Qadar paginya matahari redup. Kenapa karena kalah cahaya matahari saking banyaknya cahaya malaikat yang "Salamun Hiya Hatta mathla'il Fajr". Malaikat berakhir naik menghadap Allah SWT sampai terbitnya Fajar.

"Malam Qadr" juga disebut dengan malam Qadar, takdir. "kulla syaiin halaqna bil qadr" malam segala sesuatu kami ciptakan dengan takdir. "Dzalika tadqirul 'azizil alim", itulah takdir ketetapan Allah subhana wa taala. Malam Qadar "yufroku bihi Kullu Amrin Hakim" malam itu ditetapkan segala takdir takdir secara global sudah ditetapkan di lauhil Mahfudz tapi ada takdir tahunan ditetapkan pada malam lailatul qadar. Oleh sebab itu kata nabi, carilah lailatul qadar di 10 terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah. Nabi kalau sudah di malam-malam akhir-akhir ramadan "Ayyu qada ahlahu" Dia bangunkan keluarganya istrinya anaknya bangun Mari beribadah "shadda mi'zarahu" dia kuatkan ikat pinggang. Makna kuatkan ikat pinggang disitu adalah mempersedikit dunia menjauhi perbuatan yang sebetulnya boleh halal. Tapi demi untuk mencari ridho Allah subhanahu wa ta'ala. Mungkin di tahun akan datang ronadib masih tetap ada lailatul qodar masih tetap ada sampai hari kiamat. Ahlussunnah Waljamaah meyakini itu. Tapi yang menjadi pertanyaan Apakah masih ada kita di malam itu?

Tidak perlu dijawab dengan kata, wujudkan dalam bentuk amal. Semoga bermanfaat, terima kasih.


You'll only receive email when they publish something new.

More from Bgs Trs
All posts