Perbudakan Bisa Jadi Tidak Seburuk yang Kita Bayangkan #26

Kita hidup di masa dimana perbudakan telah dihapuskan atau mungkin dengan kata lain telah tidak dilegalkan. Kita juga dari kecil sudah terdidik untuk menganggap bahwa perbudakan adalah hal yang buruk. Perbudakan itu membuat melanggar hak asasi manusia, kurang lebih seperti itu bunyinya.

Tapi, coba kita tengok lebih mendalam tentang perbudakan. Apakah semua budak itu merasa tersiksa, atau mungkin saja mereka merasa bahagia dengan adanya orang yang menjamin kehidupannya mulai dari makan sampai tidur.

Kita melihat misalkan pidato Malcolm X mengenai Budak Rumah dan Budak Ladang. Budak rumah sangat mencintai tuannya sementara budak ladang sangat membenci. Budak Rumah mendapatkan makanan dan pakaian yang baik sementara Budak Ladang sebaliknya. Hal ini mengisyaratkan bahwa sebenarnya masih ada opini bahwa perbudakan itu tidak buruk pada kondisi tertentu.

Dalam novel Roots, Alex Haley memberikan kisah tentang budak di suku pedalaman Afrika. Dia menjelaskan mengenai bagaimana seorang menjadi budak. Diantaranya adalah, seseorang datang ke kota lain dan meminta seseorang untuk menjadikannya budak dengan syarat mendapatkan makan, tempat tinggal, dan lain-lain.

Ya itu hanya novel fiksi, cuma hal ini bisa saja terjadi atau pun setidaknya dapat dijadikan opini.

Dan, saya merasa bahwa suatu hari akan masa dimana perbudakan versi lain akan ada lagi. Versi ini tentu saja dengan adanya layanan-layanan yang Freemium.

Saya akan menjelaskan tentang fenomena ini untuk besok.


You'll only receive email when Jing Xing #100Days publishes a new post

More from Jing Xing #100Days