A Linguistics Student, A Man who Loves Motherland
7372 words
https://jingxing.link

Menjadi Diri Sendiri? #13

Kita sering sekali mendengar motivasi: "menjadi lah diri sendiri", "percaya pada dirimu", "lakukan apa yang kamu suka", dan lain2. Semua motivasi ini memiliki fokus pada diri sendiri.

Motivasi seperti ini tampaknya memang bagus namun kita seringkali lupa untuk membuat motivasi yang berlawanan. Kita hidup dalam sebuah masyarakat dan tentu saja ada nilai-nilai yang saling dipahami dan disepakati. Manusia hidup dengan suatu kesepakatan dan bukan hidup sendirian.

Selain kita menghargai diri kita sendiri, kita juga harus menghargai suatu masyarakat. Kita tidak bisa untuk terlepas dari sebuah kehidupan sosial dan duduk menanggung penderitaan dan bersenang-senang sendirian. Dalam sebuah kebersamaan, terkadang kita perlu untuk mengorbankan diri untuk permasalahan yang lebih besar.

Salah Rakyat #12

Jika melihat negara-negara dengan pemerintahan yang diktator, kita bisa menyalahkan keburukan yang terjadi di negara tersebut kepada pemerintahan tapi bagaimana dengan negara yang tidak diktator?

Kita ambil contoh adalah apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat di beberapa negara seperti Iraq, Libya, dan lain-lain. Pemerintah Amerika Serikat melakukan perang yang ternyata menghasilkan hal yang lebih buruk.

Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah Amerika Serikat karena di negara-negara demokratis, pemerintahan akan terus diganti secara cepat berbeda dengan negara-negara yang demokrasi-nya rendah.

Hal yang patut disalahkan adalah rakyat negara tersebut karena pemerintahan dikuasai oleh rakyat.

Melihat apa yang terjadi negara-negara Libya dan Iraq, kita tidak bisa membebankan lagi permasalahan kepada Bush atau pun Obama. Mereka sudah tidak memiliki kekuasaan di Amerika Serikat. Seharusnya kita meminta pertanggung-jawaban rakyat Amerika yang telah membiarkan pemerintahannya.

Beruntungnya Indonesia #11

Seringkali, saya melihat keluhan mengenai pemerintahan Indonesia tapi sebenarnya pemerintahan Indonesia dengan segala kelemahannya adalah sebuah hal yang bagus untuk masa depan.

Bisa dibayangkan jika pemerintahan memiliki kekuatan yang hebat. Memang membanggakan tapi juga memiliki dampak negatif bagi masyarakat kecil. Pemerintahan yang kuat dapat menghasilkan para koruptor yang besar dan lebih sistematis.

Presiden Soeharto meskipun seorang presiden dengan noda hitam paling banyak di Indonesia, dia telah membuat pemerintahan dan negara yang kuat. Hasilnya adalah presiden satu ini menjadi koruptor dan banyak misteri-misteri masih belum terkuak di masanya.

Dan kemauannya untuk mundur pada tahun 1998, menurut saya adalah sebuah peristiwa yang paling bersejarah dan akhir terbaik bagi Soeharto. Setelah membuat menguatkan Indonesia, akhirnya Soeharto mau untuk mundur.

Presiden-presiden setelahnya memang tidak ada yang sekuat dan sehebat Soeharto tapi dampaknya tentu saja adalah rakyat memiliki kebebasan yang lebih.

Saya membayangkan hal ini seperti yang terjadi di Rusia, pemerintahan yang kuat dan berhasil. Dan seperti Soeharto, korupsi juga tinggi. Tapi setidaknya hal ini lebih baik daripada pemerintah yang bersih tetapi tidak berguna. Tapi tentu saja pemerintahan Putin dengan keberhasilannya sudah tentu ada saatnya akan berakhir seperti Soeharto.

Putin memang baik untuk Rusia tetapi ada saatnya dia akan turun dan saat itu adalah era baru untuk Rusia seperti halnya Soeharto di Indonesia.

Saya Kelewatan 1 Hari untuk #10

Pada hari kesepuluh saya kelewatan. Tapi hari ini saya akan tetap melanjutkan.

Saya memiliki proyek di blog saya https://jingxing.link kemarin sehingga saya sampai lupa untuk menulis di Listed.to.

jingxing.link adalah blog saya yang sudah lumayan tua kira2 hampir tiga tahun, dulu saya masih di Blogspot kemudian saya mulai untuk beli domain dan hosting sendiri.

Memiliki domain dan hosting sendiri memang ada rasa yang berbeda. Dengan memiliki situs saya sendiri sepenuhnya, saya memiliki hak lebih. Selain itu, saya juga lebih bisa berkreasi.

Propaganda Kremlin Salah Arah #9

Sebagai seorang pemerhati Rusia, saya tentu saja sangat kenal dengan namanya propaganda yang dilakukan oleh pemerintah Rusia atau sering disebut dengan propaganda Kremlin.

Saya pribadi menyikapi propaganda yang dilakukan oleh pemerintah Rusia sebagai orang yang berusaha untuk mendengarkan propaganda dan tentu saja apa yang dilawannya. Propaganda tidak bisa untuk serta merta disalahkan jika memang itu sebuah kebenaran. Adakalanya dia benar dan salah dan itu akan menjadi lebih jelas ketika kita tahu arah mana tujuan dari propaganda tersebut.

Kesalahan besar dari media-media yang membawa suara Rusia adalah mereka selalu mengarah pada politik. Padahal, politik adalah hal yang sensitif sehingga seringkali terjadi tabrakan tentu saja. Mengapa tidak membuat hal yang lebih halus seperti mempromosikan pop-culture.

Saya beri contoh adalah Superman pada masa dulu misalnya. Superman adalah tokoh pahlawan yang super dan pembela keadilan. Keadilan apa yang dibawa olehnya; tentu saja keadilan versi Amerika Serikat. Ini adalah hal yang disorot oleh George Galloway dalam sebuah tulisannya di RT.

Mengapa para Kremlin tidak mempromosikan pop-culture Rusia yang tentu saja sangat banyak. Memperkenalkan pop-culture tidak hanya akan membuat kesan menjadi lebih baik, tetapi membuat semua orang menjadi semakin mengenal. Tidak hanya itu saja, mereka juga dapat lebih menambahkan penghasilan tentu saja.

Mengapa media tentang Rusia terlalu banyak berbicara politik baik yang pro mau pun anti-Kremlin, mengapa tidak mengarah ke dunia hiburan.

Keluar Logika dengan Linguistik #8

Seringkali kita melihat orang berbicara namun tidak ada jelasnya. Dia berbicara kemana-mana. Tidak jelas arahnya dan maksudnya.

Jika kita hanya memakai logika biasa, kita tentu saja akan menganggap pembicaraan tersebut sebagai hal yang buruk. Entah kita akan menilai pembicaranya memiliki otak yang tidak lurus. Atau, gaya bicara yang tidak terdidik. Dan lain-lain.

Namun dari semua itu, kita sebagai mahasiswa linguistik tidak serta merta menilai seperti itu. Kita mempelajari bahasa apa adanya. Jika tampaknya tidak jelas, kita tetap menerimanya sebagai bahasa. Bahasa tidak hanya susunan kata yang rapih dan teratur seperti dalam novel, film, atau karya fiksi lainnya. Dia juga bisa datang begitu acak dan tidak jelas. Bahkan seringkali apa yang diucapkan berbeda dengan maksud pembicara.

Dengan linguistik, kita dapat lebih memahami bahasa orang dan tentu saja kita akan semakin menghargai bahwa setiap orang memiliki bahasa yang berbeda.

Pembelot Kelewatan #7

Beberapa bulan terakhir ini, saya selalu menikmati konten-konten yang berbau kritik negatif. Di YouTube misalnya, saya sangat tertarik dengan konten-konten berbau politik. Selain itu, saya pun juga mulai menulis tentang politik di blog utama saya.

Setelah begitu lama, akhirnya saya menemukan bahwa ada hal yang seringkali mereka orang "kritis" lupa atau mungkin mereka terlewatkan. Hal itu adalah mendukung mereka yang tidak mereka suka. Seringkali, mereka yang berbeda pandangan hanya sebelah mata. Mereka tidak mencoba untuk melihat hal yang lebih luas dan saling mendukung satu-sama lain.

Kita terperangkap dalam sebuah keyakinan bahwa suatu pandangan itu harus saling diperbenturkan untuk menemukan hal yang lebih baik. Dan ini adalah sebuah hal tampaknya bagus namun sangat melelahkan. Siapa orang yang mau terus bermasalah terhadap apa yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.

Seperti halnya para mahasiswa misalnya, mereka terlalu sibuk mengkritik pemerintahan dan mengapa mereka tidak mencoba untuk mendukung pemerintahan. Sudah sebaiknya kita ini tidak hanya sekedar saling mengkritik tetapi mencoba retorika baru yaitu mengkritik dan tetap mendukung satu sama lain.

Orang Tua #6

Seringkali kita menganggap bahwa orang tua terlalu kaku terhadap anaknya atua mungkin menghancurkan mimpi anaknya, dan lain-lain. Semua itu adalah problematika para anak remaja dan mungkin mereka yang sudah mulai dewasa (saya belum dewasa jadi tidak terlalu paham).

Semua itu mungkin saja benar tetapi kita tidak melihat argumen orang tua sebagai orang biasa, kita melihat mereka sebagai orang tua. Kita harus sering juga mencoba membalik kan argumen kita kepada diri kita.

Orang tua seringkali menghancurkan keinginan2 kita hanya dengan alasan-alasan yang kita anggap sepele, namun mengapa kita tidak membalikkan. Kita sudah menghancurkan mimpi-mimpi mereka juga. Coba anda bayangkan jika mereka memilih untuk tidak melahirkan kita, mereka sudah tentu akan menggapai impian2 mereka di masa muda.

Mereka memilih untuk berkeluarga dan melupakan cita-cita masa lalu. Sebuah pengorbanan yang besar dengan harapan terbaik untuk anak-anaknya.

Mungkin kita merasa berat bahwa mereka seringkali memaksa kita namun sebenarnya mereka merupakan orang-orang yang memberikan hal yang lebih baik daripada ketika mereka hidup dulu dan mereka telah mengubur mimpinya untuk anak-anaknya.

Linux Bukan Tentang Pembajakan #5

Seringkali seseorang memilih Linux karena ingin terhindar dari pembajakan padahal sebenarnya ada yang lebih dari itu.

Pada awalnya, saya menggunakan Linux memang karena alasan tidak ingin menggunakan software bajakan, namun setelah memakai Linux satu tahun hal itu berubah. Saya mulai menyadari bahwa bukan tentang pembajakan atau tidak, Linux berdiri dan hidup diatas sebuah prinsip Free and Open Source Software (FOSS). Prinsip ini lah sebenarnya yang membuat Linux menjadi hidup dan berkembang bukan pada masalah gratis dan legal-nya.

Kita bisa melihat perangkat-perangkat lunak yang gratis namun bukan FOSS, Facebook misalnya. Sosial media ini gratis dan semua orang bisa memakainya tapi ada bayaran dari ke-gratis-an tersebut. Dengan memasuki Facebook, pengguna akan menjadi seorang konsumen dari produk dan jasa Facebook tawarkan. Misalkan saja iklan, data pribadi, dan lain-lain.

Linux sebagai FOSS, sangat terbuka dan semua orang dapat memberikan kritikan tanpa ada hal yang sembunyi-sembunyi. Semua transparan dan semua dapat memeriksa apa yang terjadi.

Era zaman sekarang adalah masa keterbukaan, sudah saatnya untuk kita meningkatkan keterbukaan sebuah perangkat lunak. Dan saat ini lah mari kita menggunakan Linux bukan karena sekedar gratis tetapi Free.

Mahasiswa Aktivis???? #4

Saya bukan lah seorang aktivis seperti mahasiswa biasanya tetapi seorang pengamat saja. Pandangan saya tentang para mahasiswa aktivis atau pun yang ikut dikatan "organisasi" adalah negatif. Mungkin saya tampaknya tidak objektif tapi saya jujur supaya anda tahu, tulisan saya ini isinya negatif.

Selama menjadi mahasiswa dan sampai sekarang, saya selalu memiliki kritikan di kepala saya terhadap para mahasiswa aktivis mengenai apa yang terjadi pada mereka. Permasalahan ojek online misalnya.


Pada permasalahan ojek-ojek online, para mahasiswa tampaknya tidak ada yang berbicara. Pada hal di mata masyarakat tukang ojek, angkot, dan taksi, keberadaan ojek-ojek online sangat mempengaruhi penghasilan. Di Makassar, para sopir angkot bahkan melakukan demo di jalanan untuk permasalahan ini.

Mengapa tampaknya tidak ada mahasiswa yang menyuarakan suara para korban ojek-ojek online? Apakah mereka bukan rakyat? Atau apakah mereka dianggap tidak diperlukan dan ketinggalan zaman? Perlu penjelasan.

Meninggalkan WA Grup Alumni #3

Saya memutuskan untuk meninggalkan WA grup teman-teman alumni saya. Awalnya saya itu hanya sebuah dorongan emosi yang sementara sebenarnya, cuma ternyata saya melihat manfaat lainnya setelah beberapa pekan melakukannya.

Berbeda dengan media sosial lainnya, WhatsApp memiliki peran yang lebih intim. Saya memakai WhatsApp sebagai bagian dari alat komunikasi utama. Karena sifat yang demikian, WhatsApp sudah selayaknya tidak terlalu mengganggu pikiran saya terhadap hal-hal yang sama sekali tidak ada kepentingannya. Salah satunya adalah teman-teman alumni atau pun kampus. Mungkin memang penting, tetapi pada saat-saat ini, saya merasa ini bukan lah hal penting.

WhatsApp lebih sakral daripada media sosial lainnya. Karena itu lah saya memutuskan untuk membersihak WhatsApp saya dari hal-hal yang mengganggu.

Ibarat ketika anda memiliki telinga. Jika memang lingkungan anda sedang mengganggu karena berisik, anda boleh saja untuk menutup telinga dan meninggalkan lingkungan anda.

Saya tetap mengikuti banyak komunitas di media sosial namun untuk WhatsApp, hal ini sudah seharusnya berbeda.

Masa Depan Rusia Begitu Menarik #2

Rusia adalah sebuah negara yang sangat besar. Penguasa daratan terbanyak di dunia. Mewarisi kejayaan Tsar Rusia dan kehebatan Uni Soviet. Melewati berbagai peperangan Perang Dunia I, II, Perang Dingin, dan perang-perang lain. Dengan segala latar belakangnya, Rusia adalah negara yang unik dan patut untuk diperhatikan.

Rusia sebagai sebuah negara yang baru berumur jagung sejak runtuhnya Uni Soviet kembali membawa sensasi pada dunia setelah lama namanya tidak tersoar. Dunia kini mulai memandang Rusia sebagai musuh bagi negara-negara adidaya namun di oleh sebagian orang di dunia ketiga, Rusia dipandang sebagai negara yang mampu untuk membendung dominasi negara-negara Barat. Membuat sebuah kemajuan sendiri yang didambakan oleh banyak orang di dunia ketiga. Rusia sebagai negara dunia ketiga mampu menggoncang para adidaya namun di sisi lain, Rusia bukan lah negara tanpa cela.

Saya tahu bahwa di sana banyak cela pada Rusia, namun di sisi lain, saya sangat optimis dengan masa depan Rusia. Orang-orang Rusia tidak bisa hanya dengan menggulingkan pemerintahan yang korup tetapi harus memulai memperbaiki dari apa yang ada di dalam diri orang Rusia. Ini lah mengapa pada masa Internet seperti ini, akan terlahir indvidu-individu yang lebih sadar akan perubahan.

Budaya Rusia yang sangat memperhatikan berkenaan dengan media massa akan sangat berperan untuk kemajuan Rusia masa depan. Orang-orang mendengarkan berita, di radio, internet, dan lain-lain. Dimana-mana orang-orang akan mulai menyadari adanya ketidak-beresan di negaranya dan dunia. Bukan dengan revolusi berdarah-darah tetapi dengan proses yang lebih lambat dan lebih damai, Rusia akan menjadi negara yang leih baik di kemudian hari.

Dengan segala kekurangannya, saya tetap optimis dengan Rusia. Kemajuan Rusia akan menjadi sebuah prestasi Rusia tetapi prestasi dari Dunia Ketiga, bahwa mereka yang melawan para adidaya ternyata mampu untuk bertahan.

*) Tulisan ini hanya sekedar harapan. Mungkin ada ketidak-tepatan namun itu hanya sebatas opini saya saja.

Informasi Berlebihan

Baru beberapa hari ini saya mulai kecanduan bermain media sosial. Saya sebenarnya sudah beberapa pekan ini berhasil untuk mengurangi sosial media. Untuk ke depannya, saya akan mencoba cara baru untuk mengatasinya.

Bersosial media (termasuk YouTube) memang sangat membantu untuk mendapatkan informasi. Saya termasuk orang yang mampu untuk mengetahui kualitas sebuah informasi. Namun, saya mulai menyadari bahwa permasalahan saya bukan pada kualitas informasi.

Sebagai seorang yang memiliki kemampuan memilih informasi, permasalahan yang saya hadapi ternyata ada pada informasi yang terlalu banyak saya terima. Informasi yang datang bertubi-tubi karena sosial media yang dirancang untuk membuat saya terus untuk bercandu.

Informasi yang bertubi-tubi ini membuat saya kehilangan kesempatan untuk berpikir secara mandiri bukan berpikir seperti apa yang orang tulis dan katakan. Saya kehilangan kesempatan untuk berpikir dengan jernih.

Kita tidak hanya membutuhkan kualitas sebuah informasi tetapi juga ada pada seberapa kemampuan kita mencerna informasi. Jangan sampai karena banyaknya informasi yang dimiliki, justru membuat pikiran menjadi kacau dan tidak nyaman.